PERATURAN BASKET

PERATURAN UMUM

  1. Pertandingan menggunakan peraturan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI).
  2. Pertandingan dipimpin oleh wasit PERBASI di lapangan.
  3. Pertandingan menggunakan sistem gugur.
  4. Pertandingan berlangsung dalam waktu:
    1. 4 x 10 menit waktu kotor untuk babak penyisihan, perempat final, dan semifinal.
    2. 4 x 10 menit waktu semi bersih untuk babak final (waktu berhenti saat timeout dan free throw).
  5. Apabila pertandingan berakhir seri, maka dilakukan perpanjangan waktu selama 5 menit. Jika masih seri, perpanjangan waktu akan dilanjutkan hingga terdapat selisih skor.
  6. Setiap tim memiliki kesempatan time out masing-masing 1 menit dan maksimal 5 kali dalam satu pertandingan (Q1: 1x, Q2: 1x, Q3: 1x, Q4: 2x). Time out Q1 & Q2 dapat digabung, begitu juga Q3 & Q4, namun tidak dapat digabung antar babak tersebut. Pada 2 menit terakhir setiap quarter tidak diperbolehkan mengambil time out.
  7. Tim dinyatakan kalah walk out (WO) apabila tidak hadir di lapangan setelah 10 menit dari jadwal pertandingan.

PERATURAN KHUSUS

  1. Semua pemain harus merupakan karyawan perusahaan yang bersangkutan dengan masa kerja lebih dari 12 bulan kalender.
  2. Line-up maksimal setiap tim adalah 10 (sepuluh) pemain.
  3. Komposisi pemain di lapangan minimal 5 (lima) pemain.
  4. Penggantian pemain tidak dibatasi selama pemain terdaftar, dan pemain yang telah diganti dapat kembali bermain.
  5. Pelanggaran terhadap Peraturan Khusus No. 1 mengakibatkan diskualifikasi dan dinyatakan kalah.
  6. Pelanggaran terhadap Peraturan Khusus No. 4 dikenakan sanksi technical foul dan tim wajib segera melakukan pergantian pemain untuk memenuhi komposisi yang diwajibkan (16/3/2026).
  7. Setiap pergantian pemain wajib dilaporkan terlebih dahulu ke meja official.
  8. Penggantian daftar pemain tidak diperbolehkan setelah technical meeting.
  9. Pemain yang sah adalah yang telah didaftarkan dan memenuhi dokumen sesuai tata cara pendaftaran POR APPI 2026.
  10. Supporter, pemain, atau ofisial yang memicu kericuhan akan diberi peringatan keras dan dapat berujung pada diskualifikasi tim.